Sabtu, 15 Oktober 2011

SENYUM UNTUK SAHABAT


“Bagaimana?”,tanya seorang wanita kepada seorang gadis yang baru saja memasuki halaman rumahnya.

Gadis yang ditanya hanya menunduk lesu. Wanita itu paham betul apa yang terjadi pada gadis itu.

“sudahlah, lain kali kamu coba lagi, ibu yakin kamu pasti bisa!”,kata wanita itu menyemangati. Gadis itu pun hanya tersenyum masam.

“ya sudah, kamu makan saja dulu, pasti kamu capek kan?”,saran wanita itu. Gadis itu hanya menggeleng.

“aku tidak lapar bu, sekarang aku mau istirahat saja..”,tolaknya dan melangkah gontai ke kamarnya.

Wanita itu hanya memandang anaknya sendu dan berdoa dalam hatinya untuk keberhasilan anaknya itu.


“maaf tapi naskah yang anda buat sudah sering di pasaran, jadi dengan amat sangat terpaksa kami harus menolak naskah anda”,seorang pria bertutur dengan wajah menyesal kepada gadis berkacamata yang ada di hadapannya sekarang ini.
Gadis itu hanya tersenyum kecewa. Dia mengambil lembaran naskah yang ada diatas meja kemudian permisi.


Gadis itu memejamkan matanya, bayang-banyang kejadian tadi siang masih terekam jelas d memorinya dan sekarang bayangan itu masih saja berlari-lari di otaknya.

“lagi-lagi aku harus gagal”,dengusnya menyesal. Dia menghitung dengan jarinya.

“1, 2, 3, heuuhh.. hampir yang ke-empat kalinya”,kemudian dia kembali mendengus.

Sebegitu jeleknya kah karyanya itu sampai-sampai tak ada satu pun penerbit yang mau menerbitkan karyanya?

Apakah sebegitu basi-nya cerita-cerita yang dibuatnya? Atau karna diksinya kurang?

Tapi.. kenapa kata teman-teman sekolahnya karya yang dibuatnya selalu mendapat tanggapan positif? Apakah mereka berbohong? Ah, tak mungkin. Teman-teman sekolahnya itu kan orang-orang yang TERLALU jujur, jadi mana mungkin mereka mengatakan hal yang tidak benar.

Dan Gadis itu ahirnya terlelap dengan sendirinya.

Tok..tok..tok..

Bunyi ketukan pintu yang terdengar sangat kasar itu membuat gadis itu terbangun dari tidur lelapnya. Dengan mata setengah terbuka dan kesadaran yang belum utuh ia membuka pintu kamarnya hendak memarahi si penganggu tidurnya.

Dan berdirilah dihadapannya 2 sosok penganggu tidurnya dengan senyum menyeringai senang.

Dengan muka masam ia kembali ke lautan penuh kapuk.

“Reta....,jangan tidur lagi donk!”,teriak salah satu penganggu itu sambil menarik sebelah tangannya.

“aku ngantuk banget Nena.., biarin gue tidur 5 meniiit aja..”,ujarnya memohon sambil terus manahan posisi tidurnya.

“pokoknya nggak bisa! Kamu nggak boleh tidur lagi!”,paksa si penganggu yang bernama Nena tadi.

“udahlah Na, biarin aja dia tidur, Cuma 5 menit ini..”,bela si penganggu tidur yang satunya. Nena hanya mendengus mendengar perkataan kembarannya itu.

“Rakka! Tapi kan ini udah soree, kalau dia tidur sampe pagi gimana? Dia belum makan dari tadi siang, nanti kalau dia sakit gimana?”,Nena memberikan seruntutan argumen.

“Nena! Bisa diam nggak sih?? Iya nih aku bangun! Berisik dengerin kamu!”,kata si Gadis tadi dengan malasnya dia mendudukan dirinya di pinggiran ranjangnya. Nena hanya tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Rakka, kembarannya hanya tersenyum masam kepada sang Gadis.

“mau apa sih kalian kesini?”,tanya Reta sedikit ketus. Ia memang paling tdak suka ada orang yang menganggu jatah tidurnya.

“nyeeh, kok gitu sih nanyanya?? Nggak suka kita ada disini??”,sungut Nena. Reta kelimpungan sendiri.

“ya, maksud aku... ya maksud aku nggak gituu... kalian tahu kan kalo aku tuh paling nggak suka kalau tidur aku terganggu, tadi malem aku baru tidur jam 4 pagi dan bangun jam 7 dan sekarang aku ngantuk banget”,jelas Reta.

“oh, kasian banget nona kecil yang satu ini...”,ucap Rakka mendramatisir. Reta melotot tajam ke arah Rakka.

“jangan panggil aku nona kecil, Tuan!”,kata Reta galak. Rakka hanya menyeringai.

“ya maaf deh, ini juga tadi disuruh sama ibu kamu ta..”,kata Nena menyesal. Reta hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti bahwa ini pasti ulah ibunya yang kelewat perhatian itu.

“by the way, bagaimana hasilnya?”,tanya Nena sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, berharap agar dia mendapatkan berita bagus kali ini dan berita itu akan membuatnya tercengang.

Ekspresi muka Reta makin keruh. Rakka dan Nena menyadari ada sesuatu yang tidak bagus.

“ok, lupakan! Aku Cuma iseng kok nanyanya.. ehmm, gimana kalau sekarang kita jalan?”,ucap Nena menetrlisir keadaan. Rakka hanya mengangguk setuju dan Reta hanya sedikit menarik sudut bibirnya.

“yeah! Let’s go! Aku ajak Putra juga sekalian!”,kata Nena semangat dan mengambil ponselnya.

**

Mereka sampai di starbucks, dan mereka memilih duduk di sebelah jendela, meja untuk empat orang. Putra–pacar Nena- sampai disana 10 menit setelah mereka sampai.

Reta hanya mengaduk-aduk Espresso-nya sedari tadi dengan tak bersemangat. Nena, Rakka dan Putra hanya memandangnya nanar.

“ehmm ta, jangan diem aja donk! Ngomong sih! Kita kan enggak enak kalo kamu diem mulu dari tadi!”,desak Nenaa tak tahan.

“aku nggak papa kok Ne, kamu tenang aja!”,balas Reta sambil menyunggingkan senyumnya sekilas. Nena, Rakka dan Putra hanya berpandangan saling bertanya dengan kode mata, namun tetap saja tak ada jawaban.
Rakka bangkit dan kembali memesan. Dan tidak lama seorang pelayan menghampiri meja mereka.

“disini mana yang namanya mbak Reta ya?”,tanya pelayan itu. Reta mendongak. “saya, ada apa ya?”,tanya Reta heran.

“ini pesanan untuk mbak Reta..”,jawab pelayan itu sambil meletakkan muffin coklat di hadapan Reta. Reta tersenyum dan tak lupa mengucapkan terimakasih.

“dari siapa sih ini?”,tanya Reta kepada ketiga temannya. Mereka hanya mengangkat bahu sambil tersenyum penuh arti.

“kok ada kertasnya?”,tanya Reta heran, pasalnya di bawah muffin itu terdapat secari kertas. Reta membukanya.

Ada yang pernah berkata padaku bahwa coklat adalah penghilang stres yang hebat dan aku aku berharap perkataan itu benar adanya maka dari itu aku memberimu muffin rasa coklat karena aku ingin kamu menghilangkan bebanmu itu, aku ingin melihat senyummu. Karena ada salah seorang bijak berkata: Saat kamu terjatuh tersenyumlah. Karena orang yang pernah jatuh adalah orang yang tengah berjalan menuju keberhasilan.keep smile Re! J Mr.R

Reta tersenyum  kala membuka kertas itu.

“thanks ya, kalian udah bikin berusaha bikin aku senyum lagi, aku hargai usaha kalian semua..”,kata Reta sembari tersenyum.

“sama-sama Re.. gini nih baru Reta yang aku kenal, Reta yang nggak pernah putus asa! Reta yang selalu semangat dan ceria!”,balas Nena.

“kalian emang sahabat aku yang paling baik, karna itu aku sayang banget sama kalian..”,ucap Reta terharu.

“thanks ya Kka, ini so sweet banget sumpah! You’re the best boys!”,tambah Reta terkhusus kepada Rakka.

“you’re welcome, abisnya aku nggak tahan liat muka kamu yang ditekuk berlipet-lipet kayak gitu, jelek tau!”,balas Rakka.

“ih, Rakka mah gitu banget! Tadi aja so sweet sekarang mah kagak!”,dengus Reta kesal. Dan Mereka semua tertawa.


“Ada orang bijak yang pernah berkata Apapun yang terjadi jangan dijadikan beban. Berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan dan yakin Tuhan telah merencanakan yang terbaik”,ucap Rakka ketika mereka berempat sedang duduk di atas kap mobil Rakka sambil memandang langit.

“so, intinya kamu jangan pernah nyerah Ta! Kalo kamu suka nulis lanjutin aja hobi kamu, masalah naskah mau diterima atau enggak itu urusan belakangan, yang penting kamu bisa menyalurkan ide-ide kamu itu, daripada ide itu terus mengendap di otak kamu kan lebih baik diekspresikan”,jelas Putra.

Reta hanya tersenyum memandangi wajah sahabat-sahabatnya itu. “aku nggak tahu harus ngomong apa lagi sama kalian, yang jelas makasih banget udah dukung aku, udah hibur aku dan makasih karena kalian terus ada di samping aku menjadi lilin penerang yang selalu menerangi hidupku..”,ucap Reta haru.

“we are the best friend, right?”,tanya Nena meminta persetujuan. “yeah! That’s true!”,ucap Putra, Rakka dan Reta setuju.

Siapa lagi yang akan ada di samping kita saat kita rapuh? Sahabat bukan?

Siapa lagi yang yang akan mendorong kita saat kita terpuruk? Sahabat bukan?

Dengarkanlah apa yang dia katakan selama itu benar, karena yang mereka katakan itu yang terbaik untuk kita.

Dan Hidup akan lebih bermakna dengan hadirnya keluarga & para sahabat kita. Sayangi mereka & jangan menyakitinya.


FIN






Tidak ada komentar:

Posting Komentar