“Kamu ingin jadi sutradara, kan?”
“Itu mimpiku.”
“Apa kamu yakin kamu bisa mewujudkannya?”
“Aku nggak tahu.”
“Kamu yakin dengan kemampuanmu sekarang kamu bisa jadi
sutradara?”
“Aku nggak tahu.”
“Apa kamu sadar kalau mimpimu ini terlalu tinggi? Kamu nggak
takut nggak bisa mencapainya dan bakal menyesalinya nanti?”
“Aku nggak tahu.”
“Kamu sedang berjudi dengan hidupmu.”
“Mungkin.” “Aku nggak tahu apa-apa. Aku nggak tahu apa yang
aku lakukan ini benar atau salah. Bahkan, aku nggak tahu bakal jadi apa aku
nanti.” “tapi..., karena nggak tahu apa-apa itulah, esok hari jadi sesuatu yang
layak ditunggu-tunggu, kan?” “Lalu, tinggal kita lihat apa yang bakal terjadi.”
(Let Go, Windhy Puspitadewi. Page 111-112)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar